Latest Entries »

CANDI BOROBUDUR

CANDI BOROBUDUR

Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.

Bangunan borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.

Bagian dasar Borobudur, disebut Kamadhatu, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat di atasnya disebut Rupadhatu melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka. Sementara, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang disebut Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Bagian paling atas yang disebut Arupa melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.

Setiap tingkatan memiliki relief-relief indah yang menunjukkan betapa mahir pembuatnya. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaitu Ramayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang).

Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. Karenanya, candi ini dapat dijadikan media edukasi bagi orang-orang yang ingin mempelajari ajaran Budha. YogYES mengajak anda untuk mengelilingi setiap lorong-lorong sempit di Borobudur agar dapat mengerti filosofi agama Budha. Atisha, seorang budhis asal India pada abad ke 10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini.

Berkat mengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa (salah satu raja Kerajaan Sriwijaya), Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang Tibet tentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut “The Lamp for the Path to Enlightenment” atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa.

Salah satu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalah bagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi itu ditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa mengatakan Borobudur awalnya berdiri dikitari rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi. Dasarnya adalah prasasti Kalkutta bertuliskan ‘Amawa’ berarti lautan susu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi. Beberapa yang lain mengatakan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi.

Dengan segala kehebatan dan misteri yang ada, wajar bila banyak orang dari segala penjru dunia memasukkan Borobudur sebagai tempat yang harus dikunjungi dalam hidupnya. Selain menikmati candinya, anda juga bisa berkeliling ke desa-desa sekitar Borobudur, seperti Karanganyar dan Wanurejo untuk melihat aktivitas warga membuat kerajinan. Anda juga bisa pergi ke puncak watu Kendil untuk dapat memandang panorama Borobudur dari atas. Tunggu apa lagi? Tak perlu khawatir gempa 27 Mei 2006, karena Borobudur tidak terkena dampaknya sama sekali.

MONAS

 

Monumen Nasional yang terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dibangun pada dekade 1961an.
Tugu Peringatan Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan Frederich Silaban, dengan konsultan Ir. Rooseno, mulai dibangun Agustus 1959, dan diresmikan 17 Agustus 1961 oleh Presiden RI Soekarno. Monas resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.

Pembagunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945,
agar terbangkitnya inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.

Tugu Monas yang menjulang tinggi dan melambangkan lingga (alu atau anatan) yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Semua pelataran cawan melambangkan Yoni (lumbung). Alu dan lumbung merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah penduduk pribumi Indonesia.
Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga.

Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 m.
Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.

Pelataran puncak dengan luas 11×11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.

Pelataran puncak tugu berupa “Api Nan Tak Kunjung Padam” yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45×45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).
Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.
Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar “Bambu Kuning”.

MUSEUM GEOLOGI

 

Museum Geologi didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Museum ini telah direnovasi dengan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Setelah mengalami renovasi, Museum Geologi dibuka kembali dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus 2000. Sebagai salah satu monumen bersejarah, museum berada di bawah perlindungan pemerintah dan merupakan peninggalan nasional. Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral. Kesemuanya itu dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, pengelolaan Museum Geologi berada dibawah Pusat Djawatan Tambang dan Geologi (PDTG/1945-1950). Pada tanggal 19 September 1945, pasukan sekutu pimpinan Amerika Serikat dan Inggris yang diboncengi oleh Netherlands Indiës Civil Administration (NICA) tiba di Indonesia. Mereka mendarat di Tanjungpriuk, Jakarta. Di Bandung, mereka berusaha menguasai kembali kantor PDTG yang sudah dikuasai oleh para pemerintah Indonesia. Tekanan yang dilancarkan oleh pasukan Belanda memaksa kantor PDTG dipindahkan ke Jl. Braga No. 3 dan No. 8, Bandung, pada tanggal 12 Desember 1945. Kepindahan kantor PDTG rupanya terdorong pula oleh gugurnya seorang pengemudi bernama Sakiman dalam rangka berjuang mempertahankan kantor PDTG. Pada waktu itu, Tentara Republik Indonesia Divisi III Siliwangi mendirikan Bagian Tambang, yang tenaganya diambil dari PDTG. Setelah kantor di Rembrandt Straat ditinggalkan oleh pegawai PDTG, pasukan Belanda mendirikan lagi kantor yang bernama Geologische Dienst ditempat yang sama.

Pengelolaan Museum Geologi yang semula berada dibawah PUSAT DJAWATAN TAMBANG DAN GEOLOGI (PDTG), berganti nama menjadi: Djawatan Pertambangan Republik Indonesia (1950-1952), Djawatan Geologi (1952-1956), Pusat Djawatan Geologi (1956-1957), Djawatan Geologi (1957-1963), Direktorat Geologi (1963-1978), Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (1978 – 2005), Pusat Survei Geologi (sejak akhir tahun 2005 hingga sekarang) Dengan penataan yang baru ini peragaan Museum Geologi terbagi menjadi 3 ruangan yang meliputi Sejarah Kehidupan, Geologi Indonesia, serta Geologi dan Kehidupan Manusia. Sedangkan untuk koleksi dokumentasi, tersedia sarana penyimpan koleksi yang lebih memadai. Diharapkan pengelolaan contoh koleksi di Museum Geologi akan dapat lebih mudah diakses oleh pengguna baik peneliti maupun grup industri.

Sejak tahun 2002 Museum Geologi yang statusnya merupakan Seksi Museum Geologi, telah dinaikkan menjadi UPT Museum Geologi. Untuk menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, dibentuklah 2 seksi dan 1 SubBag yaitu Seksi Peragaan, Seksi Dokumentasi, dan SubBag Tatausaha. Guna lebih mengoptimalkan perananya sebagai lembaga yang memasyarakatkan ilmu geologi, Museum Geologi juga mengadakan kegiatan antara lain penyuluhan, pameran, seminar serta kegiatan survei penelitian untuk pengembangan peragaan dan dokumentasi koleksi.

Pergeseran fungsi museum, seirama dengan kemajuan teknologi, menjadikan museum geologi sebagai :

  • Tempat pendidikan luar sekolah yang berkaitan dengan bumi dan usaha pelestariannya.
  • Tempat orang melakukan kajian awal sebelum penelitian lapangan. Dimana Museum Geologi sebagai pusat informasi ilmu kebumian yang menggambarkan keadaan geologi bumi Indonesia dalam bentuk kumpulan peraga.
  • Objek geowisata yang menarik.

[1]== Pembagian Lantai dan Ruangan == Museum Geologi terbagi menjadi beberapa ruang pamer yang menempati lantai I dan II. Berikut ini merupakan ruangan-ruangan yang berada di kedua lantai Museum Geologi serta fungsi dan isi dari ruangan tersebut.

Lantai I

Terbagi menjadi 3 ruang utama : Ruang orientasi di bagian tengah, Ruang Sayap Barat dan Ruang Sayap Timur. Ruang Orientasi berisi peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar yang menayangkan kegiatan geologi dan museum dalam bentuk animasi, bilik pelayanan informasi museum serta bilik pelayanan pendidikan dan penelitian. Sementara, Ruang Sayap Barat, dikenal sebagai Ruang Geologi Indonesia, yang terdiri dari beberapa bilik yang menyajikan informasi tentang :

  • Hipotesis terjadinya bumi di dalam sistem tata surya.
  • Tatanan tektonik regional yang membentuk geologi Indonesia; diujudkan dalam bentuk maket model gerakan lempeng-lempeng kulit bumi aktif
  • Keadaan geologi sumatera,Jawa, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara serta Irian Jaya
  • Fosil fosil serta sejarah manusia menurut evolusi Darwin juga terdapat di sini

Selain maket dan panel-panel informasi, masing-masing bilik di ruangan ini juga memamerkan beragam jenis batuan (beku, sedimen, malihan) dan sumber daya mineral yang ada di setiap daerah. Dunia batuan dan mineral menempati bilik di sebelah baratnya, yang memamerkan beragam jenis batuan, mineral dan susunan kristalografi dalam bentuk panel dan peraga asli. Masih di dalam ruangan yang sama, dipamerkan kegiatan penelitian geologi Indonesia termasuk jenis-jenis peralatan/perlengkapan lapangan, sarana pemetaan dan penelitian serta hasil akhir kegiatan seperti peta (geolologi, geofisika, gunung api, geomorfologi, seismotektonik dan segalanya) dan publikasi-publikasi sebagai sarana pemasyarakan data dan informasi geologi Indonesia. Ujung ruang sayap barat adalah ruang kegunung apian, yang mempertunjukkan keadaan beberapa gunungapi aktif di Indonesia seperti : Tangkuban Perahu, Krakatau, Galunggung, Merapi dan Batu. Selain panel-panel informasi ruangan ini dilengkapi dengan maket kompleks Gunungapi Bromo-Kelut-Semeru. Beberapa contoh batuan hasil kegiatan gunung api tertata dalam lemari kaca.

Ruang Sayap Timur Ruangan yang mengambarkan sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, dari primitif hingga modern, yang mendiami planet bumi ini dikenal sebagai ruang sejarah kehidupan. Panel-panel gambar yang menghiasi dinding ruangan diawali dengan informasi tentang keadaan bumi yang terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu, dimana makhluk hidup yang paling primitiv pun belum ditemukan. Beberapa miliar tahun sesudahnya, disaat bumi sudah mulai tenang, lingkungannya mendukung perkembangan beberapa jenis tumbuhan bersel-tunggal, yang keberadaan terekam dalam bentuk fosil Reptilia bertulang-belakang berukuran besar yang hidup menguasai Masa Mesozoikum Tengah hingga Akhir (210-65 juta tahun lalu) diperagakan dalam bentuk replika fosil Tyrannosaurus Rex Osborn (Jenis kadal buas pemakan daging) yang panjangnya mencapai 19 m, tinggi 6,5 m dan berat 8 ton. Kehidupan awal di bumi yang dimulai sekitar 3 miliar tahun lalu selanjutnya berkembang dan berevolusi hingga sekarang. Jejak evolusi mamalia yang hidup pada zaman Tersier (6,5-1,7 juta tahun lalu) dan Kuarter (1,7 juta tahun lalu hingga sekarang) di Indonesia terekam baik melalui fosil-fosil binatang menyusui (gajah, badak, kerbau, kuda nil) dan hominid yang ditemukan pada lapisan tanah di beberapa tempat khususnya di Pulau Jawa.

Kumpulan fosil tengkorak manusia-purba yang ditemukan di Indonesia (Homo erectus P. VIII) dan di beberapa tempat lainnya di dunia terkoleksi dalam bentuk replikanya. Begitu pula dengan artefak yang dipergunkan, yang mencirikan perkembangan kebudayaan-purba dari waktu ke waktu. Penampang stratigrafi sedimen Kuarter daerah Sangiran (Solo, Jawa Tengah), Trinil dan Mojokerto (Jawa Timur) yang sangat berarti dalam pengungkap sejarah dan evolusi manusia-purba diperagakan dalam bentuk panel dan maket.

Sejarah pembentukan Danau Bandung yang melegenda itu ditampilkan dalam bentuk panel di ujung ruangan. Fosil ular dan ikan yang ditemukan pada lapisan tanah bekas Danau Bandung serta artefak diperagakan dalam bentuk aslinya. Artefak yang terkumpul dari beberapa tempat di pinggiran Danau Bandung menunjukkan bahwa sekitar 6000 tahun lalu danau tersebut pernah dihuni oleh manusia prasejarah. Informasi lengkap tentang fosil dan sisa-sisa kehidupan masa lalu ditempatkan pada bilik tersendiri di Ruang Sejarah Kehidupan. Informasi yang disampaikan diantaranya adalah proses pembentukan fosil, termasuk batubara dan minyak bumi, selain keadaan lingkungan-purba.

Lantai II

Terbagi menjadi 3 ruangan utama: ruang barat, ruang tengah dan ruang timur

Ruang barat (dipakai oleh staf museum)

Sementara ruang tengah dan ruang timur di lantai II yang digunakan untuk peragaan dikenal sebagai ruang geologi untuk kehidupan manusia.

Ruang Tengah Berisi maket pertambangan emas terbesar di dunia, yang terletak di Pegunungan Tengan Irian Jaya. Tambang terbuka Gransberg yang mempunyai cadangan sekitar 1,186 miliar ton; dengan kandungan tembaga 1,02%, emas 1,19 gram/ton dan perak 3 gram/ton. Gabungan beberapa tambang terbuka dan tambang bawahtanah aktif di sekitarnya memberikan cadangan bijih sebanyak 2,5 miliar ton. Bekas Tambang Ertsberg (Gunung Bijih) di sebelah tenggara Grasberg yang ditutup pada tahun 1988 merupakan situs geologi dan tambang yang dapat dimanfaatkan serta dikembangkan menjadi objek geowisata yang menarik. Beberapa contoh batuan asal Irian Jaya (Papua) tertata dan terpamer dalam lemari kaca di sekitar maket. Miniatur menara pemboran minyak dan gas bumi juga diperagakan di sini.

Ruang Timur Terbagi menjadi 7 ruangan kecil, yang kesemuanya memberikan informasi tentang aspek positif dan negatif tataan geologi bagi kehidupan manusia, khususnya di Indonesia.

  • Ruang 1 menyajikan informasi tentang manfaat dan kegunaan mineral atau batu bagi manusia, serta panel gambar sebaran sumberdaya mineral di Indonesia.
  • Ruang 2 menampilkan rekaman kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya mineral
  • Ruang 3 berisi informasi tentang pemakaian mineral dalam kehidupan sehari-hari, baik secara tradisional maupun modern.
  • Ruang 4 menunjukkan cara pengolahan dan pengelolaan komoditi mineral dan energi
  • Ruang 5 memaparkan informasi tentang berbagai jenis bahaya geologi (aspek negatif) seperti tanah longksor, letusas gunungapi dan sebagainya.
  • Ruang 6 menyajikan informasi tentang aspek positif geologi terutama berkaitan dengan gejala kegunungapian.
  • Ruang 7 menjelaskan tentang sumberdaya air dan pemanfaatannya, juga pengaruh lingkungan terhadap kelestarian sumberdaya tersebut

Tips Cepat Belajar Gitar

band, maupun untuk digunakan secara terpisah. Ada 2 tahap utama dalam mempelajari alat musik ini yaitu dengan pengenalan partitur nada dan pengenalan teknik memainkan. Kedua tahap ini dapat dilakukan melalui pendidikan formal ataupun pelatihan (short course). Namun keunikan alat musik ini adalah dapat pula dipelajari secara otodidak dengan mem-by pass tahap I (Pengenalan Partitur). Melly Goeslaw (Band Potlot) dan Paul McCartney(The Beatles) merupakan sebagian kecil musisi-musisi besar yang mampu berkreasi tanpa mengenal partitur nada. Berikut ini tips cepat belajar gitar otodidak:

1. Mengenal Jenis Musik. Pada tahap awal in, Anda hanya diharapkan dapat mengenal jenis musik terlebih dahulu. Baik itu jenis musik rock-balad, pop-balad maupun alternatif. Mengapa Balad dan alternatif, karena 2 jenis musik ini dominan menggunakan instrumen gitar dalam penyajiannya. Sehingga diharapkan anda lebih terfokus mengenal nada-nada yang dihasilkan instrumen gitar, karena berlatih dengan menggunakan lagu akan lebih cepat dibandingkan anda menghafal chord demi chord. Lagu-lagu balad yang sering digunakan oleh pemula dalam belajar gitar seperti Love of a Livetime (Fire House), Children Cry (White Lion) ataupun Love Of My Life (Extreme). Karena selain lagunya bagus, akan terdengar expert walau sebenarnya sederhana dalam memainkannya.

2. Memiliki Gitar. Memiliki gitar memang bukan merupakan hal yang wajib, namun sangat berpengaruh terhadap akselerasi Anda dalam menguasai instrumen ini. Ada beberapa jenis gitar yang perlu anda kenal yaitu : gitar nylon, string dan electric. Untuk tahap belajar, Anda lebih baik memilih gitar dengan tipe nylon, karena selain ringan dipetik, jari-jari tidak terlalu terluka (berkapal) ketika jari anda membuat chord. Gitar Nylon juga digunakan dasar untuk berlatih musik klasik, jadi bagi anda yang kemudian tertarik untuk menekuni gitar klasik, hal ini akan sangat menguntungkan

3. Mengenal Chord Dasar. Pada tahap ini, anda sudah mulai malakukan pengenalan awal teknik bermain gitar dengan mempelajari kunci-kunci dasar yang mudah diterapkan seperti Am, Em, G, C atau F. Setelah lancar menghafal dan berpindah dari satu chord ke chord yang lain, tingkatkan pemahaman chord anda dengan chord-chord lain yang lebih sulit. Berikut ini beberapa chord yang bisa anda pelajari:

<!–
–>

 

CHORD

Keterangan : Huruf di atas merupakan nama chord gitar. Garis vertikal merupakan senar gitar. Garsi horisontal merupakan fret (kolom) pada gitar. Titik bulat hitang angka 1=jari telunjuk, angka 2=jari tengah, angka 3=jari manis, angka 4=jari kelingking. Tanda silang menunjukan bahwa senar gitar tidak dipetik/dibunyikan

4. Mengenal Memetik dan Menggenjreng. Dua jenis cara memainkan gitar ini sebaiknya anda ketahui. Menggenjreng lebih mudah dibandingkan dengan memetik. Karena memetik membutuhkan koordinasi khusus antara tangan kanan dan tangan kiri anda. Mulailah dengan petikan teratur dari atas ke bawah, bawah ke atas dan kombinasi keduanya, dengan ketentuan satu senar satu jari.

5. Mempelajari Nada Sebuah Lagu. Yang dimaksud mempelajari nada adalah mencari chord untuk nada-nada pada lagu. Hal ini berguna untuk melatih filling anda terhadap suatu nada. Mekanisme yang paling sederhana adalah dengan memutar lagu berformat mp3/mp4 dengan Jet Audio atau Winamp. Dengan tools ini musik bisa dipelankan, di-pause bahkan diputar balik, tanpa merusak pita seperti halnya kalau Anda menggunakan cassette. Untuk memudahakan pemahaman anda dalam mengenal lagu, ada Aturan dasar bakunya bahwa secara umum lagu hanya terdiri atas : Intro_01-Intro_02-Chorus-Reff-Intro_02-Chorus-Reff-Melody-Reff. Dimana masing-masing bagian memiliki kumpulan chord yang sama.

6. Mencari Guru Gitar. Guru gitar yang dimaksud dapat berupa seseorang/teman yang lebih ahli dari anda ataupun video berlatih gitar. Hal ini akan memacu anda untuk bisa seperti guru anda bahkan melebihi.

7. Tekun. Kunci dari semuanya adalah tekun. Karena Steve Vai, salah seorang dewa gitar, pernah berkata, “untuk bermain dgn sangat cepat, mulailah dgn yg sangat lambat…“. Mekanisme yang perlu Anda lakukan hanyalah berlatih Fingering atau senam jari secara teratur, berlatih berpindah chord maupun berlatih melodi.

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG (DL,DIRECT LEARNING)

 

                                                Satuan Pendidikan                  : Sekolah Dasar

                                                Tema                                       : Lingkungan Sekolah

                                                Kelas/Semester                        : II/I

                                                Alokasi waktu                         : 2 X 30 menit

 

  1. A.    Standar kompetensi

Mengenal bagian-bagian utama,tubuh hewan,tumbuhan,pertumbuhan hewan dan pertumbuhan serta berbagai tempat hidup makhluk hidup

  1. B.     Kompetensi Dasar

Mengindentifikasi berbagai tempat hidup makhluk hidup (air,tanah,dll)

  1. C.    Indikator
    1. Menunjukkan tempat hidup makhluk hidup tertentu
    2. Menyebutkan contoh hewan yang hidup di darat
    3. Menyebutkan contoh hewan yang hidup di air
  2. D.    Tujuan Pembelajaran
    1. Siswa mampu menunjukkan tempat hidup makhluk tertentu
    2. Siswa mampu menyebutkan contoh hewan yang hidup di darat
    3. Siswa mampu munyebutkan contoh hewan yang hidup di air
  3. E.     Karakteristik Siswa yang di harapkan
    1. Keaktifan
    2. Kemandirian
    3. Kedisiplinan
  4. F.     Materi Ajar

Tempat hidup hewan

     Uraian materi

Tempat hidup hewan berbeda-beda.Hewan ada yang hidup di      darat,di air maupun di darat dan di air.

–          Contoh hewan yang hidup di darat yaitu sapi,domba,kuda,ayam,kambing

–          Contoh hewan yang hidup di air yaitu ikan,udang,kepiting,gurita

–          Contoh hewan yang hidup di darat dan di air yaitu penyu,katak

 

  1. Metode Pembelajaran
    1. Ceramah
    2. Tanyajawab
    3. Penugasan

 

 

 

 

  1. H.    Langkah-langkah pembelajaran

 

Fase

Kegiatan belajar mengajar

Alokasi waktu

Fase 1 Ketrampilan dasar a. Kegiatan Awal

  1. Guru mengucapkan salam dan menanyakan kehadiran siswa
  2. Guru mengkondisikan siswa secara fisikis dan fisik untuk mengikuti pembelajaran
  3. Guru memberikan apersepsi dengan mengajak siswa bernyanyi lagu kukuruyuk

Kukuruyuk

Kuku kukuruyuk………..

Begitulah bunyinya kakinya bertanduk

Hewan apa namanya …….

  1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

 

± 10 menit
Fase 2 Latihan terbimbim

 

 

 

 

Fase 3 latihan mandiri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fase 4 Refleksi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fase 5 Evaluasi

  1. Kegiatan Inti

1. Eksplorasi

  1. Siswa memperhatikan penjelasan guru
  2. Siwa menemukan sendiri contoh hewan yang hidup di darat dan di air (Keaktifan)

2. Elaborasi

  1. Secara individual siswa menuliskan contoh hewan yang hidup di darat dan di air ( Kemandirian )
  2. Siswa mengerjakan sendiri tugas yang di berikan tanpa berdiskusi dengan teman (Kemandirian)
  3. Siswa ditugaskan mengerjakan tugas tepat waktu serta melaporkan hasil kerjanya di depan kelas (Kedisiplinan)

3. Konfirmasi

  1. Siswa bersama guru menanggapi     dan memberikan konfirmasi terhadap hasil kegiatan eksplorasi dan elaborasi yang dilakukan siswa
  2. Bagi siswa yang berhasil baik diberikan penguatan dan bagin siswa yang hasilnya kurang diberikan motivasi untuk memperbaiki dan meningkatkan hasi belajarnya

c. Kegiatan Akhir

  1. Siswa dengan bimbingan guru merangkum materi yang telah dipelajari
  2. Guru melakukan evaluasi terhadap hasi belajar siswa melalui tes tulis
  3. Guru memberikan tindah lanjut berupa PR

        

 

 

 

 

  1. I.       Alat dan Sumber Belajar

            1. Alat             : Gambar-gambar hewan

            2. Sumber        : R. Rositawati,Aris Muharam,2008. Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk kelas 2,Jakarta : Pusat Perbukuan

  1. J.      Penilaian

                                    1. Teknik penilaian      : Tes tertulis

                                    2. Bentuk instrumen    : Uraian

                                    3. Aspek yang dinilai

  1. Kognitif      : Dinilai melalui tes tertulis
  2. Afektif        : Dinilai melalui lembar observasi
  3. Psikomotor : Dinilai dengan tugas

                                    4. Alat penilaian

                                                            a. Aspek kognitif ( N1)

                                                            b. Bobot          : 60

                                                            c. Teknik         : tes tertulis

                                                            d. Bentuk        : uraian

 

 

No

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

 

2

 

         3

 

4

 

5

Sebutkan 3 tempat hidup hewan!

 

Sebutkan 3 hewan yang hidup air selain ikan !

 

Sebutkan 3 hewan yang hidup di darat!

                                                              Hewan apakah yang hidup di dua tempat?

                                                              Sebutkan 2 hewan yang hidup di pohon?

 

 

Di darat,air dan di dua tempat yaitu darat dan air

 

Kepiting,udang dan gurami

 

Sapi,ayam,kuda

 

Katak

 

Burung, kelelawar

2

 

2

 

2

 

2

 

2

 

Total Skor

 

10

 

 

NAMA SISWA

SOAL

Skor

1

2

3

4

5

             
             
             
             
             
             
             
             

Penskoran kognitif      :

                        N1 =        skor yang diperoleh      x  Bobot

                                        Skor maksimal

 

  1. Asfek Afektif (N2)

Bobot              : 40

Dinilai saat pembelajaran berlangsung

 

Lembar observasi

NO

NAMA SISWA

Aspek yang dinilai

Jumlah

Ket

( keaktifan )

( kerjasama)

( kedisiplinan )

Skor

1

           

2

           

3

           

4

           

5

           

 

            Deskripsi Penilaian Afektif

Aspek yang dinilai

Deskripsi penilaian

Skor

Ket

  1. Keaktifan

 

 

  1. Kemandirian

 

 

 

 

3.  Kedisiplinan

  1. Mau mengeluarkan pendapat
  2. Menemukan jawaban sendiri
  1. Tidak tergantung pada     orang lain
  2. Menyelesaikan dan mencari jawaban sendiri
  1. Menunjukkan prilsku tertib dan patuh
  2. Tidak mengganggu teman selama pembelajaran

 

1

            1

 

1

 

1

 

 

1

 

1

Jika keduanya dilakukan mendapat skor 2

 

 

 

 

 

Jika hanya salah satu dilakukan mendapat skor 1

N2 =   Skor yang diperoleh       x   bobot

               Skor maksimal

 

NA       =  N1   +    N2

Keterangan skor

            1. Sangat baik                 : 5 ( 85 – 100 )

            2. Baik                            : 4 ( 70 – 84 )

            3. Cukup                         : 3 ( 55 – 69 )

            4. Rendah                       : 2 ( 40 – 54 )

            5. Sangat rendah             : 1 ( < 40 )

 

 

 

Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup rencana pembelajaran paling luas mencakup 1(satu) kompetensi dasar (KD) yang terdiri dari 1(satu)  atau beberapa indikator untuk 1(satu) kali pertemuan atau lebih.

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

MODEL NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER)

 

                                                Satuan pendidikan      : Sekolah Dasar

                                                Tema                           : Aku dan Keluargaku

                                                Kelas/Semester            : II/1

                                                Alokasi Waktu            : 2 X 3 menit

 

  1. A.    Standar Kompetensi

Melakukan pemjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 500

 

  1. B.     Kompetensi Dasar

Melakukan pengurangan dengan dua angka / lebih

 

  1. C.    Indikator
  2. D.    Tujuan Pembelajaran
  3. E.     Karakteristik siswa yang diharapkan
    1. Mengurangkan dua bilangan dua angka dengan sekali meminjam
    2. Menyelesaikan pengurangan dua bilangan dua angka sekali meminjam dengan cara bersusun pendek
    1. Siswa mampu mengurangkan dua bilangan dua angka dengan sekali meminjam
    2. Siswa mampu menyelesaikan pengurangan dua bilangan dua angka sekali meminjam dengan cara bersusun pendek
    1. Keaktifan
    2. Kerja sama
    3. Kedisiplinan

 

  1. F.     Materi Ajar

Pengurangan dua bilangan dua angka dengan sekali meminjam

            Uraian materi

                        Pengurangan dua bilangan dua angka dengan sekali meminjam

Contoh : Untuk memperingati hari ulang tahun kemerdekaan akan dibuat gapura.Mula – mula membeli 82 bambu,bambu yang digunakan ada 49 bambu.Berapa sisa bambu yang belu digunakan?

Penyelesaian :

Cara bersusun pendek

8        2                 2 tidak dapat dikurangi 9,karena 2 kurang dari 9 

4    9  _                        

 

 

7

12

                                                            

8              2

4       9    _

3       3            

Ubahlah 82 dari : 8 puluhan 2 satuan menjadi 7 puluhan 10 satuan 2 satuan atau 7 puluhan 12 satuan

  1. kurangkan satuannya 12 – 9 = 3
  2. kurangkan puluhannya 7 – 4 = 3

                        Jadi 82 – 49 = 33

  1. Metode pembelajaran
  1. Ceramah
  2. Tanya jawab
  3. Diskusi
  4. Penugasan

 

 

  1. Langkah – langkah pembelajaran
Fase

Kegiatan belajar mengajar

Alokasi waktu

 
  1. Kegiatan awal
  1. Guru mengucapkan salam dan     menanyakan kehadiran siswa
  2. Guru mengkondisikan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti pembelajaran
  3. Guru mengajukan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dibahas
  4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran                                                

 

( ±10 menit )
Fase 1 membentuk kelompok

 

 

 

 

 

Fase 2 Keja kelompok

  1. Kegiatan  Inti
  1. Eksplorasi
  2. Siswa dibentuk ke dalam beberapa kelompok
  3. Siswa memperhatikan penjelasan guru (kedisiplinan)
  4. Secara individual siswa ditunjuk untuk menyelesaikan contoh soal di papan tulis (keaktifan)
    1. Elaborasi
    2. Siswa diberikan tugas untuk dikerjakan secara berkelompok (kerjasama)
    3. Masing-masing kelompok diberikan soal yang sama tetapi untuk tiap siswa di dalam kelompok tidak sama (keaktifan)
    4. Setiap siswa bertanggung jawab menyelesaikan dan melaporkan hasil kerjanya didepan kelas (tanggung jawab)
      1. Konfirmasi
      2. Siswa bersama guru menanggapi dan memberikan konfirmasi terhadap hasil kegiatan eksplorasi dan elaborasi yang dilakukan siswa
      3. Bagi kelompok yang berhasil diberikan penguatan dan bagi kelompok yang masih kurang dimotivasi untuk diperbaiki dan ditingkatkan

             

(± 40 menit)
     c. Kegiatan Akhir

  1. Siswa dengan bimbingan guru  merangkum     mayeri yang telah dipelajari
  2. Guru melakukan evaluasi terhadap hasil belajar siswa melalui tes tulis
  3. Guru memberikan tindak lanjut berupa PR

 

 

 

 

 

 

  1. Alat,Bahan dan Sumber Belajar
    1. Kartu bilangan
    2. Amin Mustofa,buchori,Erna Juliatun,Isti Hidayah ,2008.

Senang matematika untuk kelas 2,Jakarta: Pusat Perbukuan

  1. Penilaian

                  1. Teknik penilaian      : Tes tertulis

                  2. Bentuk instrumen    : Isian

                  3. Aspek yang dinilai  :

                              a. Kognitif       : Dinilai melalui tes tertulis

                              b. Afektif        : Dinilai melalui lembar observasi

                              c. psikomotor  : Dinilai dengan tugas

                  4. Alat penilaian          :

                              a. Aspek          : Kognitif (N1)

                                  Bobot          : 60

                                  Teknik         : Tes tertulis

                                  Bentuk        : Isian

 

No

Soal

Kunci Jawaban

Skor

1

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

5

4        8

3        9  _

……..

 

3        6

1        7   _

………

 

7        3

4        7   _

………

 

5        4

4        6   _

………

 

8        2

6        2   _

………

 

9

 

 

 

19

 

 

 

26

 

 

 

18

 

 

 

4

2

 

 

 

2

 

 

 

2

 

 

 

2

 

 

 

2

 

Total Skor

 

10

N1          = Skor yang diperoleh     x   bobot

                  Skor maksimal

Format penilaian Kognitif

 

NAMA SISWA

SOAL

Skor

1

2

3

4

5

             
             
             
             
             
             
             
             

            b. Asfek          : Afektif (N2)

                Bobot          : 40

                Dinilai saat pembelajaran berlangsung

            Lembaga observasi

NO

NAMA SISWA

Aspek yang dinilai

Jumlah

Ket

( keaktifan )

( kerjasama)

( kedisiplinan )

Skor

1

           

2

           

3

           

4

           

5

           

 

Deskripsi penilaian Akfektif

Aspek yang dinilai

Deskripsi Penilaian

Skor

Jumlah

a. Keaktifan

 

                                       b. Kerjasama

 

 

c. Kedisiplinan

1. Mengeluarkan pendapat

2. Menemukan jawaban sendiri

1. Ikut serta dalam mengerjakan tugas

2. Menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya

1. Menunjukkan perilaku tertib dan patuh

2. Tidak mengganggu teman selama berdiskusi

Jika keduanya dilakukan mendapat skor 2

 

 

 

                                Jika hanya salah satu dilakukan mendapat skor 1

1

1

1

1

1

 

1

  Total Skor  

6

 

N2   =       Skor yang dipilih     x bobot

                 Skor maksimal

Keterangan Skor       :

            1. Sangat baik                         : 5 ( 85-100 )

            2. baik                                     : 4 ( 70-84 )

            3. Cukup                         : 3 ( 55-69 )

            4. Rendah                       : 2 ( 40-54 )

            5. Sangat rendah             : 1 ( < 40 )

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.